Halaman

Sabtu, 03 November 2018

Keluarga Tak Sedarah (6)


*1 Bulan Kemudian*
Hari demi hari telah mereka lalui bersama, sedikit demi sedikit mereka mulai terbiasa dengan kehidupan di ponpes dan mulai akrab dengan satu sama lain. Rina yang sering menangis karena rindu keluarganya  kini sudah mulai terbiasa dan tidak menagis lagi. Setelah semua selesai WB (wajib belajar), Siti beserta teman-teman nya kembali ke asramanya masing-masing.


“Eh kalian udah selesai belajarnya?” tanya kak Risa. “Iya kak” jawab salah satu santri. “Ya sudah, buruan istirahat jangan tidur malem-malem nanti gak bisa bangun pagi loh” ucap kak Risa. “Iya kak sebentar habis ini kita tidur kok” jawab Rina. “Ohh ya, Zila kemana ya, perasaan tadi selesai WB dia langsung meninggalkan aula deh tapi kok belum balik-balik ke kamar ya?” tanya Siti dengan kebingungan. “Mungkin ke kamar mandi kali” saut kak Risa sambil tiduran, lainnya pun lanjut mengobrol. Yuppss, kebiasaan para santri saat kegiatan belajar mereka semua merasa ngantuk berat sampai tidur sembunyi-sembunyi di balik kitab atau buku tapi pas sampai kamar rasanya semangat lagi dan rasa ngantuk hilang seketika.

Hampir setengah jam mereka berbincang-bincang tak lama kemudian Zila muncul. “Lah ini dia Zila, baru muncul dia” ucap Rina. “Ada apa?” tanya Zila singkat. “Gak ada apa-apa kok Zil, kita cuma nyariin kamu, kamu habis cuci muka ya kok muka kamu basah?” tanya siti. “Iya aku habis dari toilet” jawab Zila singkat sambil mengambil selimutnya. “Tapi kok lama banget sih Zil” tanya Rina. “Terserah aku ya mau lama apa enggak, itu bukan urusan kamu, ngertiii!!!” jawab Zila dengan nada agak tinggi. “Ya ampun, nanya baik-baik malah dijawab gitu” ucap Rina kesal dengan suara pelan. “Ya sudah lah Rin, dia benar, gak seharusnya kita bertanya sedetail itu” ucap Siti. “Udah-udah, jangan ribut, tidur aja yuk” ucap salah satu santri. Mereka pun bergegas tidur di tempatnya masing-masing.

Lalu selang beberapa jam, Siti yang setengah gak sadar karena mengantuk tiba-tiba mendengar suara tangisan yang lirih sekali, sesekali berhenti lalu terdengar suara tangisan itu lagi. Siti pun penasaran lalu bangun menyalakan lampu kamar, Siti pandangi satu-satu temanya yang sedang terlelap tidur itu tapi sepertinya mereka semua terlihat sudah tertidur lelap. “Ahh mungkin hanya perasaan ku kali” ucap Siti dalam hati lalu mematikan lampu kamarnya lagi.

“Sitiiiii……..”. “Iya ada apa” jawab Siti terkejut sambil mengucek-ngucek matanya. “Ayo bangun, kamu tumben banget sih Sit susah di bangunin gini gak biasa-biasanya loh kamu seperti ini” ucap dia yang ternyata adalah kak Risa. “Iya kak maaf, aku masih nguantuk banget nihh semalem aku gak bisa tidur” jawab Siti sambil mengusap-ngusap matanya. “Kok bisa, kenapa Sit?” tanya kak Risa. “Gak kenapa-kenapa kok kak” jawab Siti langsung bangun untuk mengambil wudhu. Santri-santri pun langsung berangkat ke musolah untuk sholat subuh setelah itu lanjut dengan wiridan dan di tengah-tengah wiridan terlihat Rima yang menundukan kepala seperti terlihat khusyuk sekali wiridan, Siti yang duduk di sebelah seperti tak heran melihat Rina seperti itu.

Dan tiba-tiba, “Bbuuuggg…!” Terdengar suara benturan yang lirih. Siti mendengar itu tak terkejut, “kebisaan deh Rin” ucap Siti dengan suara lirih. “Iya-iya maaf, habisnya aku masih ngantuk banget Sit” ucap Rina. “Hahaha...” terdengar suara Nuril yang ketawa lirih melihat tingkah laku Rina. “Apaan sih Ril malah katawa” jawab Rina dengan manyun. “Ssttttt…., udah diem ayo wiridan jangan ngobrol terus” ucap kak Risa yang ternyata duduk di depan mereka bertiga. Yuppss suara benturan itu adalah suara benturan dari dahi Rina, kebiasan konyol nya saat wiridan setelah sholat subuh yaitu menundukan kepala dan langsung ketiduran, setelah gak lama kemudian pasti itu muka langsung natap (membentur) ubin musolah. 

“OMG…, kaos kaki aku dimana” teriak rina panik. “Apaan sih rin heboh banget sihh” jawab siti. “Kaos kaki aku hilang sittiii, aduh terus gimana hari ini kan hari senin bisa-bisa aku di hukum gara-gara upacara gak pakek kaos kaki” ucap rina sambil panik dan menghebohkan satu kamar. “Ya udah lah rin cari aja dulu mumpung masih jam setengah tujuh masih ada waktu buat nyari kan” jawab salah satu santri teman sekamarnya siti dan rina. Di sisi lain terlihat nuril yang sedang berjalan menuju kamar siti sambil jinjit-jinjit (mengangkat kaki bagian tumitnya). “Ini lagi, kenapa kamu ril jinjit-jinjit kayak gitu” ucap siti. “Kaos kaki aku masih basah sitt jadinya terpaksa deh pakek kaos kaki yang masih basah” jawab nuril sambil manyun. “Hhmmm ya sudah lah setidaknya nasib mu gak sama seperti rina” jawab siti sambil memakai sepatu di depan kamarnya. “Emangnya rina kenapa sit?” tanya nuril. “Tuu lihat aja di dalam kamar lagi heboh, mangkanya ini aku mau ke jemuran belakang” jawab siti. “Hah ke jemuran” jawab nuril sambil kebingungan dia pun masuk ke kamar Siti, sedangkan siti ke tempat jemuran untuk membantu mencarikan kaos kaki rina. Tak lama kemudian siti kembali dengan tangan kosong dan terlihat rina bersama nuril berjalan mendekati siti sambil senyum-senyum. “Lah itu sudah ketemu kaos kakinya” ucap siti. “Sssttttt hehehe” jawab rina sambil meringis lalu melepas sepatunya sebelah. “Jenngg jenggg” ucap nuril sambil nahan tawa. “Ya allah ada-aja ya kalian ini” ucap siti sambil terkejut yang ternyata itu bukan lah kaos kaki melainkan kaos deker tangan berwarna putih. “Ini ide dari nuril hehehe”. “Ya sudah kalau gitu ayo kita berangkat, aneh-aneh aja deh kalian ini” jawab siti lalu mereka bertiga berangkat menuju sekolah untuk upacara.

Bersambung..., 😀.

1 komentar:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

utamakan kesopanan dan berkomentarlah yang membangun ;-)