*1 Bulan Kemudian*
Hari demi hari telah mereka lalui
bersama, sedikit demi sedikit mereka mulai terbiasa dengan kehidupan di ponpes
dan mulai akrab dengan satu sama lain. Rina yang sering menangis karena rindu
keluarganya kini sudah mulai terbiasa dan tidak menagis lagi. Setelah
semua selesai WB (wajib belajar), Siti beserta teman-teman nya kembali ke
asramanya masing-masing.
“Eh kalian udah selesai belajarnya?” tanya kak Risa. “Iya
kak” jawab salah satu santri. “Ya sudah, buruan istirahat jangan tidur
malem-malem nanti gak bisa bangun pagi loh” ucap kak Risa. “Iya kak sebentar
habis ini kita tidur kok” jawab Rina. “Ohh ya, Zila kemana ya, perasaan tadi
selesai WB dia langsung meninggalkan aula deh tapi kok belum balik-balik ke
kamar ya?” tanya Siti dengan kebingungan. “Mungkin ke kamar mandi kali”
saut kak Risa sambil tiduran, lainnya pun lanjut mengobrol. Yuppss, kebiasaan para
santri saat kegiatan belajar mereka semua merasa ngantuk berat sampai tidur
sembunyi-sembunyi di balik kitab atau buku tapi pas sampai kamar rasanya
semangat lagi dan rasa ngantuk hilang seketika.
Hampir setengah jam mereka
berbincang-bincang tak lama kemudian Zila muncul. “Lah ini dia Zila, baru muncul
dia” ucap Rina. “Ada apa?” tanya Zila singkat. “Gak ada apa-apa kok Zil, kita cuma nyariin kamu, kamu habis cuci muka ya kok muka kamu basah?” tanya siti.
“Iya aku habis dari toilet” jawab Zila singkat sambil mengambil selimutnya.
“Tapi kok lama banget sih Zil” tanya Rina. “Terserah aku ya mau lama apa enggak,
itu bukan urusan kamu, ngertiii!!!” jawab Zila dengan nada agak tinggi.
“Ya ampun, nanya baik-baik malah dijawab gitu” ucap Rina kesal dengan suara pelan.
“Ya sudah lah Rin, dia benar, gak seharusnya kita bertanya sedetail itu” ucap Siti. “Udah-udah, jangan ribut, tidur aja yuk” ucap salah satu santri. Mereka pun
bergegas tidur di tempatnya masing-masing.
Lalu selang beberapa jam, Siti yang
setengah gak sadar karena mengantuk tiba-tiba mendengar suara tangisan yang
lirih sekali, sesekali berhenti lalu terdengar suara tangisan itu lagi. Siti pun
penasaran lalu bangun menyalakan lampu kamar, Siti pandangi satu-satu temanya
yang sedang terlelap tidur itu tapi sepertinya mereka semua terlihat sudah
tertidur lelap. “Ahh mungkin hanya perasaan ku kali” ucap Siti dalam hati lalu
mematikan lampu kamarnya lagi.
“Sitiiiii……..”. “Iya ada apa” jawab Siti terkejut sambil mengucek-ngucek matanya. “Ayo bangun, kamu tumben banget
sih Sit susah di bangunin gini gak biasa-biasanya loh kamu seperti ini” ucap
dia yang ternyata adalah kak Risa. “Iya kak maaf, aku masih nguantuk banget
nihh semalem aku gak bisa tidur” jawab Siti sambil mengusap-ngusap matanya. “Kok
bisa, kenapa Sit?” tanya kak Risa. “Gak kenapa-kenapa kok kak” jawab Siti
langsung bangun untuk mengambil wudhu. Santri-santri pun langsung berangkat ke
musolah untuk sholat subuh setelah itu lanjut dengan wiridan dan di
tengah-tengah wiridan terlihat Rima yang menundukan kepala seperti terlihat
khusyuk sekali wiridan, Siti yang duduk di sebelah seperti tak heran
melihat Rina seperti itu.
Dan tiba-tiba, “Bbuuuggg…!” Terdengar suara benturan yang
lirih. Siti mendengar itu tak terkejut, “kebisaan deh Rin” ucap Siti dengan suara
lirih. “Iya-iya maaf, habisnya aku masih ngantuk banget Sit” ucap Rina. “Hahaha...”
terdengar suara Nuril yang ketawa lirih melihat tingkah laku Rina. “Apaan
sih Ril malah katawa” jawab Rina dengan manyun. “Ssttttt…., udah diem ayo wiridan
jangan ngobrol terus” ucap kak Risa yang ternyata duduk di depan mereka
bertiga. Yuppss suara benturan itu adalah suara benturan dari dahi Rina,
kebiasan konyol nya saat wiridan setelah sholat subuh yaitu menundukan kepala
dan langsung ketiduran, setelah gak lama kemudian pasti itu muka langsung natap (membentur)
ubin musolah.
“OMG…, kaos kaki aku
dimana” teriak rina panik. “Apaan sih rin heboh banget sihh” jawab siti. “Kaos
kaki aku hilang sittiii, aduh terus gimana hari ini kan hari senin bisa-bisa aku
di hukum gara-gara upacara gak pakek kaos kaki” ucap rina sambil panik dan
menghebohkan satu kamar. “Ya udah lah rin cari aja dulu mumpung masih jam setengah
tujuh masih ada waktu buat nyari kan” jawab salah satu santri teman sekamarnya siti dan rina. Di sisi lain terlihat nuril yang sedang berjalan menuju
kamar siti sambil jinjit-jinjit (mengangkat kaki bagian tumitnya). “Ini lagi,
kenapa kamu ril jinjit-jinjit kayak gitu” ucap siti. “Kaos kaki aku masih basah
sitt jadinya terpaksa deh pakek kaos kaki yang masih basah” jawab nuril sambil
manyun. “Hhmmm ya sudah lah setidaknya nasib mu gak sama seperti rina” jawab
siti sambil memakai sepatu di depan kamarnya. “Emangnya rina kenapa sit?” tanya
nuril. “Tuu lihat aja di dalam kamar lagi heboh, mangkanya ini aku mau ke jemuran
belakang” jawab siti. “Hah ke jemuran” jawab nuril sambil kebingungan dia pun
masuk ke kamar Siti, sedangkan siti ke tempat jemuran untuk membantu mencarikan
kaos kaki rina. Tak lama kemudian siti kembali dengan tangan kosong dan terlihat
rina bersama nuril berjalan mendekati siti sambil senyum-senyum. “Lah itu sudah
ketemu kaos kakinya” ucap siti. “Sssttttt hehehe” jawab rina sambil meringis
lalu melepas sepatunya sebelah. “Jenngg jenggg” ucap nuril sambil nahan tawa. “Ya
allah ada-aja ya kalian ini” ucap siti sambil terkejut yang ternyata itu bukan
lah kaos kaki melainkan kaos deker tangan berwarna putih. “Ini ide dari nuril
hehehe”. “Ya sudah kalau gitu ayo kita berangkat, aneh-aneh aja deh kalian ini”
jawab siti lalu mereka bertiga berangkat menuju sekolah untuk upacara.
Bersambung..., 😀.

Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
BalasHapusSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
Link Alternatif :
arena-domino.club
arena-domino.vip
100% Memuaskan ^-^