“Ya Allah, siti kamu kenapa
menangis, dari mana kamu?” tanya kak risa terkejut melihat siti datang tiba-tiba
dengan menangis tersedu-sedu. “Aku jahat kak aku jahat” jawab siti sambil
menangis dan memukul-mukul lantai. “Ada apa sebenarnya coba jelaskan sama kakak”
ucap kak risa. “Aku penyebab dari semua masalah ini kak, karena akulah maka zila jadi
tekanan batin, ini semua gara-gara aku” ucap siti dengan penuh penyesalan dan tidak
henti-hentinya menangis.
INTAN FITRIYAH
My Blog is a Meaningful Story
Minggu, 04 November 2018
Keluarga Tak Sedarah (10)
“Melka anterin aku ke toilet yukk
sebentar” ucap rina. “Ayo tapi jangan lama-lama ya” jawab melka. “Rina kok masih
takut aja ya ke toilet sendirian” sahut kak risa. “Haduhh kak, aku gak brani
nanti kalau ada apa-apa gimana” jawab rina. “Ya Allah apa juga yang di takutin
rin wong gak ada apa-apa kok takut” jawab kak risa. “Ssttttt udah deh kak, aku
kebelet kencing nihh, udah dehh pokoknya aku itu takut” jawab rina langsung
menarik tangan melka keluar kamar.
Sabtu, 03 November 2018
Keluarga Tak Sedarah (9)
Tiga Hari Kemudian.
Langit terlihat masih pagi
sekali, terasa udara yang masih sejuk di hirup karena daerah sini merupakan
wilayah lereng pegunungan di kota ini. Santri-santri yang baru saja selesai
diniyah pagi langsung bergegas ke kamarnya masing-masing untuk siap-siap
mandi. “Assalamualaikum“ ucap seseorang yang berdiri di pintu kamar 3A yang
ternyata itu adalah siti. “Waalaikumsalam” jawab mereka yang ada di dalam kamar.
“Sitiii..., ya Allah akhirnya kamu pulang juga, aku kangen tau gak, aku jadi
gak bisa tidur gara-gara di sebelah ku gak ada kamu” ucap rina yang sedang
curhat.
Langganan:
Postingan (Atom)

