Halaman

Sabtu, 03 November 2018

Keluarga Tak Sedarah (9)


Tiga Hari Kemudian.
Langit  terlihat masih pagi sekali, terasa udara yang masih sejuk di hirup karena daerah sini merupakan wilayah lereng pegunungan di kota ini. Santri-santri yang baru saja selesai diniyah pagi langsung bergegas ke kamarnya masing-masing untuk siap-siap mandi. “Assalamualaikum“ ucap seseorang yang berdiri di pintu kamar 3A yang ternyata itu adalah siti. “Waalaikumsalam” jawab mereka yang ada di dalam kamar. “Sitiii..., ya Allah akhirnya kamu pulang juga, aku kangen tau gak, aku jadi gak bisa tidur gara-gara di sebelah ku gak ada kamu” ucap rina yang sedang curhat.


“Ehhmmm iya-iya kan aku cuma tiga hari pulangnya, ini sekarang aku udah balik kan” ucap siti tersenyum sambil menaruh tas dan bingkisan yang ia bawah dari rumah. “Gimana liburanya di rumah sit, cie pasti senang ya ketemu ayah kamu” ucap melka sambil merapikan tempat tidurnya. “Iya dong teman-teman, kapan lagi aku bisa seperti itu, karena itu benar-benar moment langka bagi keluargaku” jawab siti sambil mengeluarkan bingkisan yang ia bawa dari rumah. “Iya ya,  berarti kita harus lebih bersyukur meski kita jauh dari orang tua tapi kita masih bisa bertemu ayah kita tiap minggu” ucap rina. “Betul itu, kita sarapan yuk teman-teman mumpung masih hangat” ucap siti. “Wahhh jarang-jarang kan kita bisa sarapan sepagi ini hehehe” ucap melka. “Ehmm sebentar, aku panggil kak risa sama zila dulu ya soalnya mereka lagi piket halaman” sahut rina langsung bergegas ke halaman depan. Setelah rina memanggil kak risa dan zila mereka pun lalu sarapan bersama-sama. Yah itulah yang dirasakan seorang santri, senang sekali jika bisa sarapan pagi sebelum berangkat sekolah karena jatah makan mereka di pondok hanya setelah pulang sekolah dan malem setelah solat isya'.

Setelah mereka selesai makan mereka langsung mengantri mandi dan tak sedikit pula yang gak mandi karena udah kesiangan jadi harus langsung cuci muka lalu berangkat ke sekolah, uppss tapi biasanya mereka mandinya waktu jam istirahat sekolah saat kamar mandi kosong gak ada yang ngantri. Jam menunjukan pukul 13.00 semua santri pulang dari sekolah begitupun dengan siti yang selalu membawa teks pidatonya kemana-mana untuk dia hafalkan. “Rin, titip teks pidato ku ya, aku mau ke atas ngangkat jemuranku tadi” ucap siti. “Oke sit” jawab rina. Lalu tak lama kemudian siti datang membawa baju-baju nya yang sudah kering lalu melipatnya dan ia taruh di bawah bantal. “Loh sit, itu baju  mu kenapa kamu taruh di bawah bantal?” tanya melka. “Iya biar gak kusut baju-baju nya mel” jawab siti. “Emang bisa tanpa di setrika dengan menggunakan cara itu?”. “Bisa dong mel, coba aja deh seragam sekolah kamu, kamu lipat yang bagus terus taruh di bawah bantal selama sehari ntar pasti gak sekusut waktu pas di jemur kok” jawab siti. “Ohh jadi kamu selama ini pakek cara gitu, aku kok bisa gak tau ya selama ini aku kira kamu ikut ngantri setrikaan” jawab melka. “Hehehe iya, aku loh gak pernah ikut ngantri setrika”. “Tapi btw, kamu kan baru balik ke pondok tadi pagi, terus kamu nyucinya kapan kok tiba-tiba langsung kering aja” tanya melka penasaran. “Aku tadi pas istirahat mel nyucinya hehehe. Oh iya, rina kemana ya mel?” jawab siti. “Dia lagi nyuci baju tadi, emangnya kenapa sit?” tanya melka sambil tiduran. “Tadi itu aku nitip teks pidato ke rina tapi gak tau di taruh mana” jawab siti sambil mencari teksnya. “Coba deh kamu cari di atas almari situ barangkali ada” ucap melka. Lalu tiba-tiba nuril datang, “Hai teman-teman lagi ngapain” ucap nuril. “Ini lagi nyari teks pidatoku ril” jawab siti. “Loh emangnya kamu taruh mana sit kok bisa hilang?”. “Bukannya hilang, tapi tadi itu aku titipin di rina tapi rinanya lagi nyuci”. “Oalah ya udah tunggu rina selesai nyuci aja” ucap nuril. “Ya udah deh capek aku nyariin terus, tapi gak ketemu-ketemu”.

"Rina, teks pidatoku kamu taruh dimana?” tanya siti. “Lohh tadi kertasnya aku taruh di atas almari mu kok sit, tapi kok gak ada ya?”. “Aduh terus gimana dong rin” jawab siti dengan panik. “Kok aneh ya ini gak mungkin kalau gak ada yang mindahin, jelas-jelas tadi aku taruh sini kok tadi” ucap rina kebingungan. “Ya sudahlah biarkan saja, biar besok pagi aku tak mintak teks nya lagi ke mrs. Lina” jawab siti. “Maaf ya sit, gara-gara aku kamu jadi gak bisa latihan deh”. “Udah gak papa kok rin” jawab siti sambil tersenyum lalu pergi ke musolah duluan untuk sholat ashar.

Setelah mereka selesai sholat ashar, mereka langsung lanjut untuk kegiatan diniyah. Kelas tampak riuh terdengar suara santri yang sedang mengobrol saling sahut menyahut, yah maklum mungkin keadaannya sudah berbeda dari saat awal mereka masuk ke pondok karena sekarang mereka sudah saling mengenal bahkan seperti keluarga sendiri. Semua kegiatan mereka lalui bersama dari mulai tidur, mengaji, sekolah, nyuci baju, tak jarang mereka bertengkar dan tak jarang juga mereka becanda seakan-akan mereka tak pernah bertengkar. Yah seperti itulah keseharian yang mereka lalui di ponpes ini.

Keesokan harinya. “Krriiinngggggggg…….” Bel berbunyi pertanda waktunya masuk dan pelajaran. “Oh iya sit, jam pertama kan bahasa inggris, jangan lupa minta salinan teks pidato” ucap rina. “Iya rin” jawab siti sambil tersenyum. “Assalamualaikum selamat pagi anak-anak” ucap guru yang masuk ke kelas satu itu. “Waalaikumsalam selamat pagii buu” jawab semua murid. “Bu..., mrs. Lina kemana bu, kok ibu yang gantiin?” tanya rina. “Oh iya, mrs. Lina tidak bisa masuk karena beliau sedang sakit, jadi beliau menitipkan tugas untuk kalian kerjakan” ucap bu guru. “Bu, siti mau minta salinan teks pidato lagi bisa? Soalnya teksnya kemarin hilang bu” tanya rina. “Loh kok bisa hilang, waduh kalau masalah itu saya gak tau apa-apa, yang tau ya mrs. Lina, tapi coba deh nanti saya tanyakan ke mrs. Lina dulu ya”. “Iya bu” jawab siti dan rina. 

Jam menunjukan pukul 11.30 semua murid-murid meninggalkan kelas dan bersiap-siap untuk sholat dhuhur. “Sitii…“, terdengar ada yang memanggil dari arah kantor sekolahan. Siti yang saat itu sedang berjalan bersama rina dan nuril langsung terhenti dan berjalan ke arah ke kantor. “Iya bu ada apa?” tanya siti yang saat itu di temani rina dan nuril. “Gini tadi kan saya menghubungi mrs. Lina menanyakan tentang salinan teks pidato mu, tapi katanya teksnya itu ada di dalam laptopnya dan laptopnya ada di rumah, sedangkan mrs. Lina nya sedang di rawat di rumah sakit”. “Terus gimana bu” jawab siti dengan nada sedih. “Jadinya ya mau gak mau harus menunggu mrs. Lina sembuh”. “Ya sudah kalau seperti itu gak papa, permisi bu” ucap siti lalu pergi kembali ke asrama. “Maafin aku ya sit, gara-gara aku yang gak bisa amanah kamu jadi gak bisa ngafalin pidato” ucap rina sedih karena merasa bersalah. “Sudahlah rin, ini bukan salah kamu kok” jawab siti. “Iya rin sudah kamu jangan merasa bersalah seperti itu, kita wudhu yukk nanti keburu iqomah loh” sahur nuril. Lalu mereka bertiga bergegas menuju ke tempat wudhu.

Bersambung..., 😀.

2 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus
  2. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

utamakan kesopanan dan berkomentarlah yang membangun ;-)