Tiga Hari Kemudian.
Langit terlihat masih pagi
sekali, terasa udara yang masih sejuk di hirup karena daerah sini merupakan
wilayah lereng pegunungan di kota ini. Santri-santri yang baru saja selesai
diniyah pagi langsung bergegas ke kamarnya masing-masing untuk siap-siap
mandi. “Assalamualaikum“ ucap seseorang yang berdiri di pintu kamar 3A yang
ternyata itu adalah siti. “Waalaikumsalam” jawab mereka yang ada di dalam kamar.
“Sitiii..., ya Allah akhirnya kamu pulang juga, aku kangen tau gak, aku jadi
gak bisa tidur gara-gara di sebelah ku gak ada kamu” ucap rina yang sedang
curhat.
“Ehhmmm iya-iya kan aku cuma tiga hari pulangnya, ini sekarang aku
udah balik kan” ucap siti tersenyum sambil menaruh tas dan bingkisan yang ia
bawah dari rumah. “Gimana liburanya di rumah sit, cie pasti senang ya ketemu
ayah kamu” ucap melka sambil merapikan tempat tidurnya. “Iya dong
teman-teman, kapan lagi aku bisa seperti itu, karena itu benar-benar
moment langka bagi keluargaku” jawab siti sambil mengeluarkan bingkisan yang
ia bawa dari rumah. “Iya ya, berarti kita harus lebih bersyukur meski kita
jauh dari orang tua tapi kita masih bisa bertemu ayah kita tiap minggu”
ucap rina. “Betul itu, kita sarapan yuk teman-teman mumpung masih hangat” ucap
siti. “Wahhh jarang-jarang kan kita bisa sarapan sepagi ini hehehe” ucap melka.
“Ehmm sebentar, aku panggil kak risa sama zila dulu ya soalnya mereka lagi piket
halaman” sahut rina langsung bergegas ke halaman depan. Setelah rina memanggil
kak risa dan zila mereka pun lalu sarapan bersama-sama. Yah itulah yang dirasakan seorang santri, senang sekali jika bisa sarapan pagi sebelum
berangkat sekolah karena jatah makan mereka di pondok hanya setelah pulang
sekolah dan malem setelah solat isya'.
Setelah mereka selesai makan mereka
langsung mengantri mandi dan tak sedikit pula yang gak mandi karena udah
kesiangan jadi harus langsung cuci muka lalu berangkat ke sekolah, uppss tapi
biasanya mereka mandinya waktu jam istirahat sekolah saat kamar mandi kosong
gak ada yang ngantri. Jam menunjukan pukul 13.00 semua
santri pulang dari sekolah begitupun dengan siti yang selalu membawa teks
pidatonya kemana-mana untuk dia hafalkan. “Rin, titip teks pidato ku ya, aku
mau ke atas ngangkat jemuranku tadi” ucap siti. “Oke sit” jawab rina. Lalu tak
lama kemudian siti datang membawa baju-baju nya yang sudah kering lalu
melipatnya dan ia taruh di bawah bantal. “Loh sit, itu baju mu kenapa kamu
taruh di bawah bantal?” tanya melka. “Iya biar gak kusut baju-baju nya mel”
jawab siti. “Emang bisa tanpa di setrika dengan menggunakan cara itu?”. “Bisa dong
mel, coba aja deh seragam sekolah kamu, kamu lipat yang bagus terus taruh
di bawah bantal selama sehari ntar pasti gak sekusut waktu pas di jemur
kok” jawab siti. “Ohh jadi kamu selama ini pakek cara gitu, aku kok bisa gak tau
ya selama ini aku kira kamu ikut ngantri setrikaan” jawab melka. “Hehehe
iya, aku loh gak pernah ikut ngantri setrika”. “Tapi btw, kamu kan baru balik ke
pondok tadi pagi, terus kamu nyucinya kapan kok tiba-tiba langsung kering aja”
tanya melka penasaran. “Aku tadi pas istirahat mel nyucinya hehehe. Oh iya, rina
kemana ya mel?” jawab siti. “Dia lagi nyuci baju tadi, emangnya kenapa sit?”
tanya melka sambil tiduran. “Tadi itu aku nitip teks pidato ke rina tapi gak tau
di taruh mana” jawab siti sambil mencari teksnya. “Coba deh kamu cari di atas
almari situ barangkali ada” ucap melka. Lalu tiba-tiba nuril datang, “Hai
teman-teman lagi ngapain” ucap nuril. “Ini lagi nyari teks pidatoku ril” jawab
siti. “Loh emangnya kamu taruh mana sit kok bisa hilang?”. “Bukannya hilang, tapi
tadi itu aku titipin di rina tapi rinanya lagi nyuci”. “Oalah ya udah tunggu
rina selesai nyuci aja” ucap nuril. “Ya udah deh capek aku nyariin terus, tapi
gak ketemu-ketemu”.
"Rina, teks pidatoku kamu taruh
dimana?” tanya siti. “Lohh tadi kertasnya aku taruh di atas almari mu kok sit,
tapi kok gak ada ya?”. “Aduh terus gimana dong rin” jawab siti dengan panik. “Kok
aneh ya ini gak mungkin kalau gak ada yang mindahin, jelas-jelas tadi aku taruh
sini kok tadi” ucap rina kebingungan. “Ya sudahlah biarkan saja, biar besok pagi
aku tak mintak teks nya lagi ke mrs. Lina” jawab siti. “Maaf ya sit, gara-gara
aku kamu jadi gak bisa latihan deh”. “Udah gak papa kok rin” jawab siti sambil
tersenyum lalu pergi ke musolah duluan untuk sholat ashar.
Setelah
mereka selesai sholat ashar, mereka langsung lanjut untuk kegiatan diniyah.
Kelas tampak riuh terdengar suara santri yang sedang mengobrol saling sahut
menyahut, yah maklum mungkin keadaannya sudah berbeda dari saat awal mereka
masuk ke pondok karena sekarang mereka sudah saling mengenal bahkan seperti
keluarga sendiri. Semua kegiatan mereka lalui bersama dari mulai tidur, mengaji,
sekolah, nyuci baju, tak jarang mereka bertengkar dan tak jarang juga mereka
becanda seakan-akan mereka tak pernah bertengkar. Yah seperti itulah
keseharian yang mereka lalui di ponpes ini.
Keesokan harinya. “Krriiinngggggggg…….” Bel berbunyi
pertanda waktunya masuk dan pelajaran. “Oh iya sit, jam pertama kan bahasa
inggris, jangan lupa minta salinan teks pidato” ucap rina. “Iya rin” jawab siti
sambil tersenyum. “Assalamualaikum selamat pagi anak-anak” ucap guru yang masuk
ke kelas satu itu. “Waalaikumsalam selamat pagii buu” jawab semua murid. “Bu..., mrs. Lina
kemana bu, kok ibu yang gantiin?” tanya rina. “Oh iya, mrs. Lina tidak bisa masuk
karena beliau sedang sakit, jadi beliau menitipkan tugas untuk kalian
kerjakan” ucap bu guru. “Bu, siti mau minta salinan teks pidato lagi bisa?
Soalnya teksnya kemarin hilang bu” tanya rina. “Loh kok bisa hilang, waduh kalau
masalah itu saya gak tau apa-apa, yang tau ya mrs. Lina, tapi coba deh nanti saya
tanyakan ke mrs. Lina dulu ya”. “Iya bu” jawab siti dan rina.
Jam menunjukan pukul
11.30 semua murid-murid meninggalkan kelas dan bersiap-siap untuk sholat dhuhur.
“Sitii…“, terdengar ada yang memanggil dari arah kantor sekolahan. Siti yang
saat itu sedang berjalan bersama rina dan nuril langsung terhenti dan berjalan
ke arah ke kantor. “Iya bu ada apa?” tanya siti yang saat itu di temani rina
dan nuril. “Gini tadi kan saya menghubungi mrs. Lina menanyakan tentang salinan
teks pidato mu, tapi katanya teksnya itu ada di dalam laptopnya dan laptopnya
ada di rumah, sedangkan mrs. Lina nya sedang di rawat di rumah sakit”. “Terus
gimana bu” jawab siti dengan nada sedih. “Jadinya ya mau gak mau harus menunggu
mrs. Lina sembuh”. “Ya sudah kalau seperti itu gak papa, permisi bu” ucap siti lalu
pergi kembali ke asrama. “Maafin aku ya sit, gara-gara aku yang gak bisa amanah
kamu jadi gak bisa ngafalin pidato” ucap rina sedih karena merasa bersalah.
“Sudahlah rin, ini bukan salah kamu kok” jawab siti. “Iya rin sudah kamu jangan
merasa bersalah seperti itu, kita wudhu yukk nanti keburu iqomah loh” sahur nuril.
Lalu mereka bertiga bergegas menuju ke tempat wudhu.
Bersambung..., 😀.

JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.com
Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
BalasHapusSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
Link Alternatif :
arena-domino.club
arena-domino.vip
100% Memuaskan ^-^