“Melka anterin aku ke toilet yukk
sebentar” ucap rina. “Ayo tapi jangan lama-lama ya” jawab melka. “Rina kok masih
takut aja ya ke toilet sendirian” sahut kak risa. “Haduhh kak, aku gak brani
nanti kalau ada apa-apa gimana” jawab rina. “Ya Allah apa juga yang di takutin
rin wong gak ada apa-apa kok takut” jawab kak risa. “Ssttttt udah deh kak, aku
kebelet kencing nihh, udah dehh pokoknya aku itu takut” jawab rina langsung
menarik tangan melka keluar kamar.
“Rin jangan lama-lama dong” ucap melka. “Iya
ini loh sudah selesai” jawab rina sambil membuka pintu toilet kemudian mereka
kembali ke kamar. “Siti mana kak?” tanya rina. “Ke kamarnya nuril sebentar
katanya mau ngambil bukunya yang di pinjam sama nuril” jawab kak risa. “Oalah..”
jawab rina. “Hmmm pasti nyariin siti karna mau tidur tuhh” ledek melka sambil
tertawa. “Ya jelas dong mel, kan siti jadi obat tidurnya rina” sahut kak risa
yang menggoda rina. “Iiihhh biarin siti kan udah jadi ibu pengganti ku di sini, hehehe” jawab rina sambil meringis. “Hei-hei ada apa ini kok kayaknya aku
sedang di bahas nihh” ucap siti tiba-tiba nongol. “Sssttttt diam semua
teman-teman, ada yang lagi ke PD-an nihh” jawab rina yang menggoda siti.
“Enggak sit kamu di bohongi, emang benar kok kita lagi ngomongin kamu” sahut
melka. “Ehhmmm ngomongin apa yah” ucap siti sambil tersenyum. “Ini loh sit,
sebenarnya rina itu gak bisa tidur kalau gak ada kamu”
jawab kak risa. “Oalah iya sih emang aku tau kok hehehe, tau gak teman-teman
sebenarnya pas aku pulang ke rumah itu aku galau banget” ucap siti sambil duduk
di depan mereka seperti sedang mendongeng. “Galau kenapa sit?”. “Iya karena aku
bingung, di satu sisi aku bahagia bisa kumpul bareng sama keluarga terutama ayah
aku, tapi di sisi lain aku juga seperti ada yang aneh biasanya sebelum
tidur kita ngobrol bareng becanda, ketawa bareng-bareng sampai perut kita sakit
ada juga yang sampai ngompol, ehhh tiba-tiba kesepian di kamar sepi banget tau
gak sih” ucap siti yang sedang curhat. “Hahaha jadi ke inget rina ketawa sampai
ngompol (kencing di celana)” sahut kak risa. “Iihhh apaan sih kak risa lohh,
tapi emang benar kan aku sendiri malah meski ada yang aku ajak ngobrol tapi
tetap gak bisa tidur kalau gak ada siti. Soalnya kenapa? Karena memang biasanya
udah kebiasaan kalau mau tidur itu ngeliat wajah siti”. “Hahaha siti udah kayak
jadi ibumu ya rin jadinya” sahut melka ketawa. “Hehehe ya udahlah teman-teman
gak papa aku jadi ibunya rina selama di pondok meski kita seumuran rin ya
hehehe” jawab siti. “Iya bener tu” jawab rina. “Udah-udah waktunya tidur udah
malam lohh ntar gak bisa bangun loh” ucap kak risa. “Iya kakkkkkk risaaaa”
jawab semua mereka yang ada di kamar lalu mereka kembali ke tempat tidur mereka
masing-masing.
Keesokan harinya. “Melkaaaa…, OMG melka..., kebiasaan
deh naruh gelas sembarang” teriak rina. “Kok kamu tau sihh kalau aku yang naruh
gelas sembarangan hehehe” jawab melka. “Ya tau lah, jelas-jelas tuhh di gelas
nya ada tulisan M, siapa lagi kalau bukan kamu” jawab rina sambil mengusapi
kakinya yang bbasah itu dengan kain pel. “Iya maaf-maaf, namanya juga lupa” jawab
melka. “Hmmm gak lupa lagi kalau kamu tuhh, tapi kebiasaan, lihat nii kena tas
nya zila jadi basahkan”. “Heiii kalian apa-apaan sihh, lihat ini tas ku jadi
basah kena air tau gak” sahut zila dengan nada kesal. “Maaf zil, beneran aku tadi
gak lihat kalau di bawah sini ada gelas berisi air, maaf ya, sini-sini tasnya biar
aku jemur sementara kamu pakai tas cadangan punya aku ya” jawab rina sambil
mengeluarkan isi tas zila. “Tuhh kan bukunya jadi ikut basah semua” ucap zila
sambil marah. “Maaf ya zill itu juga salah aku karena naruh gelas sembarangan”
sahut melka. Lalu rina membuka satu persatu buku zila agar segera kering dan
tiba-tiba rina melihat selembar kertas yang rina pernah melihatnya, lalu rina
mengamati lebih dekat kertas itu karena sebagian kertas itu basah jadi
tulisannya gak seberapa bisa di baca. “Astaghfirullah sitt, ini kan teks pidato
yang kamu cari-cari kemarin” ucap rina dengan ekspresi sedikit kaget. “Mana coba
aku lihat” jawab siti yang saat itu juga ada di kamar menyaksikan pertengkaran
rina dan melka. “Kok bisa ada di tas kamu sihh zill” tanya melka. “heii ya gak
tau lah aku, barangkali siti naruh teksnya di dekat buku ku terus kebawa, aku
juga kan gak tau” jawab zila seperti ketakutan. “Aahh kayanya gak mungkin
dehh, aku masih ingat jelas kalau kemarin itu aku naruhnya di atas almari siti
dan di atas almari itu gak ada apa-apa nya” ucap rina. “Sudah..., sudah teman-teman,
mungkin zila benar, kamu naruhnya pas di deket buku zila mungkin” sahut siti yang
mencoba meredakan perdebatan mereka. “Gak mungkin sit, ini pasti di rekayasa
iya kan zil? Kamu kan yang nyembunyikan teks pidato siti biar siti batal ikut
lomba, iya kan zil? Jawab yang jujur!” tanya rina dengan tegas. “Terserah, kalian
mau ngomong apa aku gak peduli, memang siti segalanya buat kalian, siti
yang terbaik buat kalian, dikit-dikit siti, dikit-dikit siti, terserah kalian aku
gak peduliii!!!!” jawab zila dengan nada seperti ada kebencian yang sangat
mendalam namun seperti ia pendam. Zila pun langsung pergi keluar kamar membawa
tas dan bukunya yang basah itu.
Di sisi lain, rina yang sedang berdebat dengan
siti, “Emang ya itu anak dari awal itu udah keliatan galak tau gak sih, pantesan
aja dia bikin ulah” ucap rina dengan nada kesal. “Udahlah rin, belum tentu juga
dia yang menyembunyikan, barangkali memang benar gak sengaja kertas teks ini
kebawa dia” jawab siti. “Maksud kamu aku gitu yang teledor, aku ingat benar
kalau saat aku naruh teks pidato mu itu di atas almari dan di atas almari itu
gak ada buku sama sekali” ujar rina. “Rina, barangkali aja memang kamu lupa”
jawab siti. “Jadi kamu nyalahin aku sit” jawab rina yang jengkel lalu langsung
pergi meninggalkan kamar. “Riinnn bukan gitu maksudku” sahut siti tapi rina tak menjawab perkataan siti.
Jam menunjukan pukul
20.00, semua santri baru saja selesai makan malam dan melanjutkan untuk WB (wajib
belajar). Saat itu suasana di kamar 4A terlihat tak seperti biasanya, yang
biasanya terdengar suara riuh obralan canda mereka bertiga (siti, rina, dan
melka), kini tak terdengar suara obrolan mereka, meski mereka berada di kamar
semua. “Sitii ke aula yuk” ucap nuril yang tiba-tiba datang memecah keheningan.
“Ayo ril” jawab siti singkat lalu mereka berdua menuju ke aula terlebih dahulu. “Sudah kalian buruan ke aula sana sudah di tunggu ustad Fahri buat WB loh” ucap
kak risa yang sudah faham bahwa mereka sedang bertengkar. “Iya kak” jawab melka lalu
mengajak rina ke aula.
Setelah mereka selesai WB, mereka langsung kembali ke
asrama. “Lohh kamu mau kemana sit?” tanya nuril. “Aku mau ke toilet sebentar, kamu
duluan aja gak papa kok” jawab siti. “Ya udah aku ke kamar duluan ya sit”. “Iya
ril” jawab siti, lalu siti menuju toilet dan lagi-lagi siti mendengar tangisan
perempuan seumuran nya, kali ini siti sangat penasaran lalu dia mencari sumber
suara itu, lagi-lagi suara itu berasal dari kamar penyimpanan bahan
dapur, siti tak mau menundanya lagi kali ini, dia begitu penasaran, tak
sedikit pun ia merasa ketakutan mendengar suara itu, lalu siti perlahan-lahan
membuka pintu kamar itu dan siti langsung terkejut melihat ada seseorang di
dalam kamar itu. “Kamu (ucap siti syokk). Jadi selama ini kamu yang menangis di dalam
kamar ini?”. Perempuan itu juga terkejut dan langsung mengusap air matanya.
“Kenapa? Kamu suka kan melihatku tidak bahagia” jawab perempuan itu ketus.
“Astaghfirullah kenapa kamu sebegitu bencinya dengan aku, salah aku apa selama
ini, sampai kamu begitu benci melihatku?” tanya siti pada perempuan itu. “Kerena
kamu selalu di sukai teman-teman, semua orang memujimu, kamu selalu
mendapat kasih sayang dari mereka, sedangkan aku (dia menangis
tersedu-sedu), aku hanyalah perempuan yang egois yang selalu salah di mata
mereka, aku gak cantik, aku gak pintar gak seperti kamu” ujar
perempuan dengan nangis tersedu-sedu yang tenyata adalah zila. Zila yang selama
ini terlihat cuek, dingin, dan tangguh, ternyata diam-diam ia mengeluarkan semua
keluh kesahnya dengan menangis menyendiri di dalam sebuah ruangan. Siti lalu
pergi meninggalkan ruangan itu dengan menangis.
Bersambung..., 😀.

JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.com
Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
BalasHapusSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
Link Alternatif :
arena-domino.club
arena-domino.vip
100% Memuaskan ^-^