Halaman

Minggu, 04 November 2018

Keluarga Tak Sedarah (10)


“Melka anterin aku ke toilet yukk sebentar” ucap rina. “Ayo tapi jangan lama-lama ya” jawab melka. “Rina kok masih takut aja ya ke toilet sendirian” sahut kak risa. “Haduhh kak, aku gak brani nanti kalau ada apa-apa gimana” jawab rina. “Ya Allah apa juga yang di takutin rin wong gak ada apa-apa kok takut” jawab kak risa. “Ssttttt udah deh kak, aku kebelet kencing nihh, udah dehh pokoknya aku itu takut” jawab rina langsung menarik tangan melka keluar kamar.


“Rin jangan lama-lama dong” ucap melka. “Iya ini loh sudah selesai” jawab rina sambil membuka pintu toilet kemudian mereka kembali ke kamar. “Siti mana kak?” tanya rina. “Ke kamarnya nuril sebentar katanya mau ngambil bukunya yang di pinjam sama nuril” jawab kak risa. “Oalah..” jawab rina. “Hmmm pasti nyariin siti karna mau tidur tuhh” ledek melka sambil tertawa. “Ya jelas dong mel, kan siti jadi obat tidurnya rina” sahut kak risa yang menggoda rina. “Iiihhh biarin siti kan udah jadi ibu pengganti ku di sini, hehehe” jawab rina sambil meringis. “Hei-hei ada apa ini kok kayaknya aku sedang di bahas nihh” ucap siti tiba-tiba nongol. “Sssttttt diam semua teman-teman, ada yang lagi ke PD-an nihh” jawab rina yang menggoda siti. “Enggak sit kamu di bohongi, emang benar kok kita lagi ngomongin kamu” sahut melka. “Ehhmmm ngomongin apa yah” ucap siti sambil tersenyum. “Ini loh sit, sebenarnya rina itu gak bisa tidur kalau gak ada kamu” jawab kak risa. “Oalah iya sih emang aku tau kok hehehe, tau gak teman-teman sebenarnya pas aku pulang ke rumah itu aku galau banget” ucap siti sambil duduk di depan mereka seperti sedang mendongeng. “Galau kenapa sit?”. “Iya karena aku bingung, di satu sisi aku bahagia bisa kumpul bareng sama keluarga terutama ayah aku, tapi di sisi lain aku juga seperti ada yang aneh biasanya sebelum tidur kita ngobrol bareng becanda, ketawa bareng-bareng sampai perut kita sakit ada juga yang sampai ngompol, ehhh tiba-tiba kesepian di kamar sepi banget tau gak sih” ucap siti yang sedang curhat. “Hahaha jadi ke inget rina ketawa sampai ngompol (kencing di celana)” sahut kak risa. “Iihhh apaan sih kak risa lohh, tapi emang benar kan aku sendiri malah meski ada yang aku ajak ngobrol tapi tetap gak bisa tidur kalau gak ada siti. Soalnya kenapa? Karena memang biasanya udah kebiasaan kalau mau tidur itu ngeliat wajah siti”. “Hahaha siti udah kayak jadi ibumu ya rin jadinya” sahut melka ketawa. “Hehehe ya udahlah teman-teman gak papa aku jadi ibunya rina selama di pondok meski kita seumuran rin ya hehehe” jawab siti. “Iya bener tu” jawab rina. “Udah-udah waktunya tidur udah malam lohh ntar gak bisa bangun loh” ucap kak risa. “Iya kakkkkkk risaaaa” jawab semua mereka yang ada di kamar lalu mereka kembali ke tempat tidur mereka masing-masing.

Keesokan harinya. “Melkaaaa…, OMG melka..., kebiasaan deh naruh gelas sembarang” teriak rina. “Kok kamu tau sihh kalau aku yang naruh gelas sembarangan hehehe” jawab melka. “Ya tau lah, jelas-jelas tuhh di gelas nya ada tulisan M, siapa lagi kalau bukan kamu” jawab rina sambil mengusapi kakinya yang bbasah itu dengan kain pel. “Iya maaf-maaf, namanya juga lupa” jawab melka. “Hmmm gak lupa lagi kalau kamu tuhh, tapi kebiasaan, lihat nii kena tas nya zila jadi basahkan”. “Heiii kalian apa-apaan sihh, lihat ini tas ku jadi basah kena air tau gak” sahut zila dengan nada kesal. “Maaf zil, beneran aku tadi gak lihat kalau di bawah sini ada gelas berisi air, maaf ya, sini-sini tasnya biar aku jemur sementara kamu pakai tas cadangan punya aku ya” jawab rina sambil mengeluarkan isi tas zila. “Tuhh kan bukunya jadi ikut basah semua” ucap zila sambil marah. “Maaf ya zill itu juga salah aku karena naruh gelas sembarangan” sahut melka. Lalu rina membuka satu persatu buku zila agar segera kering dan tiba-tiba rina melihat selembar kertas yang rina pernah melihatnya, lalu rina mengamati lebih dekat kertas itu karena sebagian kertas itu basah jadi tulisannya gak seberapa bisa di baca. “Astaghfirullah sitt, ini kan teks pidato yang kamu cari-cari kemarin” ucap rina dengan ekspresi sedikit kaget. “Mana coba aku lihat” jawab siti yang saat itu juga ada di kamar menyaksikan pertengkaran rina dan melka. “Kok bisa ada di tas kamu sihh zill” tanya melka. “heii ya gak tau lah aku, barangkali siti naruh teksnya di dekat buku ku terus kebawa, aku juga kan gak tau” jawab zila seperti ketakutan. “Aahh kayanya gak mungkin dehh, aku masih ingat jelas kalau kemarin itu aku naruhnya di atas almari siti dan di atas almari itu gak ada apa-apa nya” ucap rina. “Sudah..., sudah teman-teman, mungkin zila benar, kamu naruhnya pas di deket buku zila mungkin” sahut siti yang mencoba meredakan perdebatan mereka. “Gak mungkin sit, ini pasti di rekayasa iya kan zil? Kamu kan yang nyembunyikan teks pidato siti biar siti batal ikut lomba, iya kan zil? Jawab yang jujur!” tanya rina dengan tegas. “Terserah, kalian mau ngomong apa aku gak peduli, memang siti segalanya buat kalian, siti yang terbaik buat kalian, dikit-dikit siti, dikit-dikit siti, terserah kalian aku gak peduliii!!!!” jawab zila dengan nada seperti ada kebencian yang sangat mendalam namun seperti ia pendam. Zila pun langsung pergi keluar kamar membawa tas dan bukunya yang basah itu.

Di sisi lain, rina yang sedang berdebat dengan siti, “Emang ya itu anak dari awal itu udah keliatan galak tau gak sih, pantesan aja dia bikin ulah” ucap rina dengan nada kesal. “Udahlah rin, belum tentu juga dia yang menyembunyikan, barangkali memang benar gak sengaja kertas teks ini kebawa dia” jawab siti. “Maksud kamu aku gitu yang teledor, aku ingat benar kalau saat aku naruh teks pidato mu itu di atas almari dan di atas almari itu gak ada buku sama sekali” ujar rina. “Rina, barangkali aja memang kamu lupa” jawab siti. “Jadi kamu nyalahin aku sit” jawab rina yang jengkel lalu langsung pergi meninggalkan kamar. “Riinnn bukan gitu maksudku” sahut siti tapi rina tak menjawab perkataan siti.

Jam menunjukan pukul 20.00, semua santri baru saja selesai makan malam dan melanjutkan untuk WB (wajib belajar). Saat itu suasana di kamar 4A  terlihat tak seperti biasanya, yang biasanya terdengar suara riuh obralan canda mereka bertiga (siti, rina, dan melka), kini tak terdengar suara obrolan mereka, meski mereka berada di kamar semua. “Sitii ke aula yuk” ucap nuril yang tiba-tiba datang memecah keheningan. “Ayo ril” jawab siti singkat lalu mereka berdua menuju ke aula terlebih dahulu. “Sudah kalian buruan ke aula sana sudah di tunggu ustad Fahri buat WB loh” ucap kak risa yang sudah faham bahwa mereka sedang bertengkar. “Iya kak” jawab melka lalu mengajak rina ke aula.

Setelah mereka selesai WB, mereka langsung kembali ke asrama. “Lohh kamu mau kemana sit?” tanya nuril. “Aku mau ke toilet sebentar, kamu duluan aja gak papa kok” jawab siti. “Ya udah aku ke kamar duluan ya sit”. “Iya ril” jawab siti, lalu siti menuju toilet dan lagi-lagi siti mendengar tangisan perempuan seumuran nya, kali ini siti sangat penasaran lalu dia mencari sumber suara itu, lagi-lagi suara itu berasal dari kamar penyimpanan bahan dapur, siti tak mau menundanya lagi kali ini, dia begitu penasaran, tak sedikit pun ia merasa ketakutan mendengar suara itu, lalu siti perlahan-lahan membuka pintu kamar itu dan siti langsung terkejut melihat ada seseorang di dalam kamar itu. “Kamu (ucap siti syokk). Jadi selama ini kamu yang menangis di dalam kamar ini?”. Perempuan itu juga terkejut dan langsung mengusap air matanya. “Kenapa? Kamu suka kan melihatku tidak bahagia” jawab perempuan itu ketus. “Astaghfirullah kenapa kamu sebegitu bencinya dengan aku, salah aku apa selama ini, sampai kamu begitu benci melihatku?” tanya siti pada perempuan itu. “Kerena kamu selalu di sukai teman-teman, semua orang memujimu, kamu selalu mendapat kasih sayang dari mereka,  sedangkan aku (dia menangis tersedu-sedu), aku hanyalah perempuan yang egois yang selalu salah di mata mereka, aku gak cantik, aku gak pintar gak seperti kamu” ujar perempuan dengan nangis tersedu-sedu yang tenyata adalah zila. Zila yang selama ini terlihat cuek, dingin, dan tangguh, ternyata diam-diam ia mengeluarkan semua keluh kesahnya dengan menangis menyendiri di dalam sebuah ruangan. Siti lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan menangis.

Bersambung..., 😀.

2 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus
  2. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

utamakan kesopanan dan berkomentarlah yang membangun ;-)