“Ya Allah, siti kamu kenapa
menangis, dari mana kamu?” tanya kak risa terkejut melihat siti datang tiba-tiba
dengan menangis tersedu-sedu. “Aku jahat kak aku jahat” jawab siti sambil
menangis dan memukul-mukul lantai. “Ada apa sebenarnya coba jelaskan sama kakak”
ucap kak risa. “Aku penyebab dari semua masalah ini kak, karena akulah maka zila jadi
tekanan batin, ini semua gara-gara aku” ucap siti dengan penuh penyesalan dan tidak
henti-hentinya menangis.
Rina, melka dan teman-teman yang lain mendekati
siti. Lalu tiba-tiba zila datang dengan mata memerah. Semua jadi melihat
ke arah zila. “Sini zila, kakak mau tanya, kenapa kamu? Kamu pasti habis
menangiskan” tanya kak risa dengan nada pelan. Zila lalu duduk di sebelah
kak risa dan menangis. “Maafin aku zil, gara-gara aku, kamu merasakan kesedihanmu
sendirian” ucap siti sambil memegang tangan zila. “Kenapa kamu minta maaf, itu
bukan salah kamu, memang kehadiranku selalu tidak diinginkan di sini maupun di
rumahku sendiri” jawab zila yang terus menangis. “Zila..., kenapa kamu bilang
seperti itu, di sini kita semua sama, kita keluarga zil, tidak ada bedanya antara
kamu di dengan siti, hanya saja kenapa kamu selama ini selalu menghindar dari
kami, di saat kami sedang berkumpul kamu lebih memilih keluar kamar” ucap kak
risa. “Zila selama ini menyendiri di kamar 3A kak, dia menangis sendiri di situ
kak” jawab siti yang juga menangis. “Ya Allah, zila... Kenapa kamu simpan sendiri
kesedihanmu, apakah kami tidak pantas untuk mengetahui kesedihan mu dan
meringankan beban kesedihan mu?”. Zila hanya terdiam dan terus menangis.
“Zil..., kita
juga sayang kok sama kamu, sama seperti kita menyayangi siti, jadi kamu jangan
merasa seakan-akan kita tidak peduli pada mu ya zil” jawab rina sambil memeluk
zila dari samping. Zila pun semakin menangis menjadi-jadi. “Ya sudah, ini sudah
malam ayo kita tidur, sudah zil ya, kamu jangan bersedih lagi, kita selalu ada
buat kamu. Siti juga sudah ya, ini bukan salah siapa-siapa, ini hanyalah salah
faham saja” ucap kak risa. Mereka pun kembali ke tempat tidur mereka
begitupun juga siti dan zila.
Keesokan harinya. Saat itu suasana kamar siti sama
seperti sebelumnya, masih di penuhi keheningan. “Zila bangun, ayo buruan ngambil
wudhu sholat subuh zil” ucap kak risa yang sedang membangunkan zila. Tapi zila
hanya terdiam. “Zil, zila..., bangun dek” ucap kak risa sambil memegang pipi zila. “Ya Allah, kamu demam zil” ucap kak risa. “Aku lagi gak enak badan kak” jawab zila
sambil menggigil. “Ya udah kalau seperti itu kamu sholat di kamar aja ya biar gak
lama-lama” ucap kak risa. “Iya kak”. Zila lalu bangun pelan-pelan dan menuju ke
tempat wudhu dan sholat subuh di kamar. Setelah mereka semua selesai sholat, mereka
lalu bersiap-siap untuk dinyah pagi.
“Zila kenapa kak?” tanya siti pada kak risa.
“Zila badanya panas sit” jawab kak risa. “Ya Allah, zil (mendekati zila), cepat
sembuh ya zil” jawab siti lalu mengambil roti dan air putih. “Zila bangun zil,
ini aku bawakan roti, kamu makan ya, ini juga obatnya jangan lupa di minum” ucap
siti. “Terima kasih ya sit” jawab zila dengan tersenyum. Siti terlihat
senang karena pertama kalinya siti melihat zila tersenyum kepada nya, setelah
itu siti langsung pergi ke kelas dinyah untuk mengaji.
“Sitiii….!” Panggil rina yang baru
keluar dari kelas untuk mengaji. “Iya rin, ada apa?” jawab siti yang saat itu
sedang berjalan menuju kamar bersama nuril. “Aku minta maaf ya sit, karena aku
tiba-tiba marah sama kamu” ucap rina. “Iya rin aku maafin kok, maafin aku juga
ya karena aku gak percaya sama kamu” jawab siti. “Iya sit, sekarang kita
baikan kan?” tanya rina sambil tersenyum menatap siti. “Iya rin” jawab siti yang
membalas senyuman rina. “Lah gitu dong kalau baikan gini kan enak” sahut nuril
yang juga ikut tersenyum. “Hehehe” rina hanya meringis. Lalu mereka pergi kamar
siti untuk bersiap-siap mandi dan berangkat ke sekolah.
Dua hari kemudian. “Kamu sudah sembuh zil” tanya rina
sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan
handuknya. “Allhamdulillah sudah rin. Oh iya siti mana rin, kok aku gak melihatnya
dari tadi?” tanya zila. “Dia belum pulang, katanya sih latihan pidato sama ustad
fahri di aula” jawab rina. Tak lama kemudian siti muncul. “Hei-hei ada apa
ini lagi ngomongin aku ya” ucap siti. “Iya aku lagi ngomongin kamu sit kenapa? Gak terima, hemm?” jawab rina bercanda. “Hhmmm, anaknya bu ina ketus amat” jawab
siti sambil becanda pula. “Sudah-sudah sini dari pada kalian berdebat, mending makan
manisan mangga pedas ini” sahut zila sambil kepedesan. “Wihh mau mau ini
kesukaan ku” jawab rina lalu mereka menikmati manisan mangga pedas yang zila
bawa, lalu mereka seakan-akan larut dalam obrolan dan candaan.
“Siti maafin aku
ya, kalau aku pernah punya salah ke kamu, aku sudah menyembunyikan teksmu, aku
udah jahat sama kamu” ucap zila. “Iya gak papa kok zil, sudah aku maafkan” jawab
siti sambil tersenyum. Mereka pun lanjut mengobrol banyak hal. Yuppss..., zila yang dari awal
bersikap dingin, kini sudah mulai berubah menjadi gadis yang periang, mereka
semua seakan-akan sudah seperti keluarga. Kebahagiaan yang telah hilang dalam
diri zila di karenakan meninggalnya sang ayah dan ibu akibat kecelakan satu tahun
yang lalu membuat zila berubah menjadi anak yang pemendam dan mempunyai sifat
yang dingin. Karena keinginan almarhum sang ayah yang ingin putri nya itu mondok,
akhirnya sang nenek yang telah merawatnya sejak kedua orang tuanya meninggal
dunia, memutuskan untuk memondokan cucu perempuan nya itu.
Tiga tahun kemudian. “Predikat murid teladan di raih oleh
ananda Siti Aisyah putri dari bapak Setyo”. Semua langsung bertepuk tangan atas
apa yang di raih oleh siti selama tiga tahun di ponpes dan di sekolah ini, terutama
sang ayah dan ibu dari siti mereka bangga atas apa yang sudah siti berikan
kepada mereka, tapi bukanlah predikat sebagai murid teladan, melainkan anaknya
adalah SANTRI yang belajar memperdalam agama ISLAM. Selesai acara wisuda
perpisahan SMP, Siti, Nuri, Zila, Rina, Melka, dan kak Risa berkumpul di kamar
mereka sementara orang tua mereka menunggu putri-putrinya di ruang tunggu
khusus orang tua. “Teman teman gak terasa ya kita sudah tiga tahun bersama-sama
melewati masa-masa yang sangat mengesankan, kita bersama-sama dalam suka maupun
duka” ucap siti yang matanya berbinar-binar seakan-akan tak mau perpisahan ini
terjadi. “Iya, terutama buat kak risa, terima kasih sudah membimbing kami selama
ini yang sudah sabar meladeni kami yang bandel-bandel ini” sahut zila. “Iya
adek-adek, begitupun dengan kakak, maaf kalau selama ini kakak belum bisa menjadi
contoh yang baik buat kalian, kita semua adalah saudara disini, meski kita tak
sedarah tapi kita adalah keluarga, jadi tidak ada kata perpisahan untuk sebuah
keluarga, hanya saja kita sama-sama memulai kehidupan yang baru tapi dengan
orang-orang yang tak asing bagi kalian yaitu keluarga kalian di rumah. Kak risa
juga mau pamit ke kalian semua karena kak risa juga akan kembali pulang, sama
seperti kalian” ucap kak risa dengan mata yang berkaca-kaca. “Loh kak risa juga
ikut kembali pulang?” tanya melka. “Iya dek, karena bulan depan kak risa mau
melaksanakan pernikahan” jawab kak risa tersenyum bahagia. “Subhanallah, ternyata
kapan hari kakak pulang itu karena lamaran” ucap siti terkejut. “Iya dek” jawab
kak risa meringis. “Iihhhhh kakak kok gak bilang-bilang sama kita-kita sih” sahut rina.
“Tapi ngomong-ngomong, calon suami kakak siapa, kayanya kakak gak pernah dekat
dengan cowok deh” ucap melka. “Hehehe kan surprise, ehmm kira-kira enaknya siapa
ya” jawab kak risa dengan tersenyum. “Iihh kak risa, yang serius dong, kita gak
sabar nihh pingin tau siapa calon kakak” jawab siti. “Calon kakak itu ya ustad
kalian, ustad muhammad fahri” jawab kak risa. “Aaaappaaaaaaaaa???? Ustad fahri??”
jawab serentak mereka semua terkejut karena selama ini kak risa dan ustad fahri
terlihat seperti tidak ada hubungan apa pun namun kini tiba-tiba langsung ada
kabar mereka mau menikah, OMG parahh bingit, benar-benar membuat shockkk…
“Oh iya, jangan lupa datang ke pernikahan kakak loh ya, ingat-ingat 15 syawal” ucap
kak risa dengan tersenyum. “Iiihhhh gemes deh liat kakak ini, udah pasti dong
kita datang ke pernikahan kakak kita yang paling pintar menyembunyikan rahasia
ini” jawab rina lalu mereka saling berpamitan satu sama lain dan membawa tas
mereka untuk menuju ke orang tua mereka masing-masing. Perpisahan kali ini
begitu sangat-sangat mengejutkan dengan kabar kak risa yang akan menikah dengan
ustad tertampan di ponpes THORIQOTUN NAJAH ini, namun tetap itu sangat
menggembirakan buat mereka khususnya Siti, Rina, Zila, Nuril, dan Melka.
T A M A T 😀.

JOIN NOW !!!
BalasHapusDan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
BURUAN DAFTAR!
dewa-lotto.name
dewa-lotto.com
Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
BalasHapusSistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
Link Alternatif :
arena-domino.club
arena-domino.vip
100% Memuaskan ^-^