Halaman

Minggu, 04 November 2018

Keluarga Tak Sedarah (11)


“Ya Allah, siti kamu kenapa menangis, dari mana kamu?” tanya kak risa terkejut melihat siti datang tiba-tiba dengan menangis tersedu-sedu. “Aku jahat kak aku jahat” jawab siti sambil menangis dan memukul-mukul lantai. “Ada apa sebenarnya coba jelaskan sama kakak” ucap kak risa. “Aku penyebab dari semua masalah ini kak, karena akulah maka zila jadi tekanan batin, ini semua gara-gara aku” ucap siti dengan penuh penyesalan dan tidak henti-hentinya menangis.


Rina, melka dan teman-teman yang lain mendekati siti. Lalu tiba-tiba zila datang dengan mata memerah. Semua jadi melihat ke arah zila. “Sini zila, kakak mau tanya, kenapa kamu? Kamu pasti habis menangiskan” tanya kak risa dengan nada pelan. Zila lalu duduk di sebelah kak risa dan menangis. “Maafin aku zil, gara-gara aku, kamu merasakan kesedihanmu sendirian” ucap siti sambil memegang tangan zila. “Kenapa kamu minta maaf, itu bukan salah kamu, memang kehadiranku selalu tidak diinginkan di sini maupun di rumahku sendiri” jawab zila yang terus menangis. “Zila..., kenapa kamu bilang seperti itu, di sini kita semua sama, kita keluarga zil, tidak ada bedanya antara kamu di dengan siti, hanya saja kenapa kamu selama ini selalu menghindar dari kami, di saat kami sedang berkumpul kamu lebih memilih keluar kamar” ucap kak risa. “Zila selama ini menyendiri di kamar 3A kak, dia menangis sendiri di situ kak” jawab siti yang juga menangis. “Ya Allah, zila... Kenapa kamu simpan sendiri kesedihanmu, apakah kami tidak pantas untuk mengetahui kesedihan mu dan meringankan beban kesedihan mu?”. Zila hanya terdiam dan terus menangis.

“Zil..., kita juga sayang kok sama kamu, sama seperti kita menyayangi siti, jadi kamu jangan merasa seakan-akan kita tidak peduli pada mu ya zil” jawab rina sambil memeluk zila dari samping. Zila pun semakin menangis menjadi-jadi. “Ya sudah, ini sudah malam ayo kita tidur, sudah zil ya, kamu jangan bersedih lagi, kita selalu ada buat kamu. Siti juga sudah ya, ini bukan salah siapa-siapa, ini hanyalah salah faham saja” ucap kak risa. Mereka pun kembali  ke tempat tidur mereka begitupun juga siti dan zila.

Keesokan harinya. Saat itu suasana kamar siti sama seperti sebelumnya, masih di penuhi keheningan. “Zila bangun, ayo buruan ngambil wudhu sholat subuh zil” ucap kak risa yang sedang membangunkan zila. Tapi zila hanya terdiam. “Zil, zila..., bangun dek” ucap kak risa sambil memegang pipi zila. “Ya Allah, kamu demam zil” ucap kak risa. “Aku lagi gak enak badan kak” jawab zila sambil menggigil. “Ya udah kalau seperti itu kamu sholat di kamar aja ya biar gak lama-lama” ucap kak risa. “Iya kak”. Zila lalu bangun pelan-pelan dan menuju ke tempat wudhu dan sholat subuh di kamar. Setelah mereka semua selesai sholat, mereka lalu bersiap-siap untuk dinyah pagi.

“Zila kenapa kak?” tanya siti pada kak risa. “Zila badanya panas sit” jawab kak risa. “Ya Allah, zil (mendekati zila), cepat sembuh ya zil” jawab siti lalu mengambil roti dan air putih. “Zila bangun zil, ini aku bawakan roti, kamu makan ya, ini juga obatnya jangan lupa di minum” ucap siti. “Terima kasih ya sit” jawab zila dengan tersenyum. Siti terlihat senang karena pertama kalinya siti melihat zila tersenyum kepada nya, setelah itu siti langsung pergi ke kelas dinyah untuk mengaji.

“Sitiii….!” Panggil rina yang baru keluar dari kelas untuk mengaji. “Iya rin, ada apa?” jawab siti yang saat itu sedang berjalan menuju kamar bersama nuril. “Aku minta maaf ya sit, karena aku tiba-tiba marah sama kamu” ucap rina. “Iya rin aku maafin kok, maafin aku juga ya karena aku gak percaya sama kamu” jawab siti. “Iya sit, sekarang kita baikan kan?” tanya rina sambil tersenyum menatap siti. “Iya rin” jawab siti yang membalas senyuman rina. “Lah gitu dong kalau baikan gini kan enak” sahut nuril yang juga ikut tersenyum. “Hehehe” rina hanya meringis. Lalu mereka pergi kamar siti untuk bersiap-siap mandi dan berangkat ke sekolah.
 
“Buukkkk” terdengar suara seseorang terjatuh. “Zilaaaa” teriak rina,siti dan nuril. Mereka lalu menolong zila yang terjatuh pingsan di kamar, dan mengangkat zila ke atas kasur. “Minyak kayu putih rin mana ambilkan” ucap siti sambil panik melihat kejadian itu. Semua santri penasaran lalu mengerumuni kamar mereka. “Sudah-sudah adik-adik, tolong kembali ke kamar kalian ya, zila butuh oksigen jangan dikerumuni seperti ini” ucap kak risa. Tak lama setelah mereka oleskan minyak kayu putih, zila pun langsung siuman. Lalu siti mengambil gelas air putih yang ada di sebelah zila dan meminumkan nya ke zila. Lalu zila pun tidur kembali. “Sudah kamu jangan bangun dulu zil ya, kalau ada perlu apa-apa minta tolong sama kita yang ada di sini saja” ucap kak risa. “Iya kak” jawab zila dengan suara lemas.


Dua hari kemudian. “Kamu sudah sembuh zil” tanya rina sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuknya. “Allhamdulillah sudah rin. Oh iya siti mana rin, kok aku gak melihatnya dari tadi?” tanya zila. “Dia belum pulang, katanya sih latihan pidato sama ustad fahri di aula” jawab rina. Tak lama kemudian siti muncul. “Hei-hei ada apa ini lagi ngomongin aku ya” ucap siti. “Iya aku lagi ngomongin kamu sit kenapa? Gak terima, hemm?” jawab rina bercanda. “Hhmmm, anaknya bu ina ketus amat” jawab siti sambil becanda pula. “Sudah-sudah sini dari pada kalian berdebat, mending makan manisan mangga pedas ini” sahut zila sambil kepedesan. “Wihh mau mau ini kesukaan ku” jawab rina lalu mereka menikmati manisan mangga pedas yang zila bawa, lalu mereka seakan-akan larut dalam obrolan dan candaan.

“Siti maafin aku ya, kalau aku pernah punya salah ke kamu, aku sudah menyembunyikan teksmu, aku udah jahat sama kamu” ucap zila. “Iya gak papa kok zil, sudah aku maafkan” jawab siti sambil tersenyum. Mereka pun lanjut mengobrol banyak hal. Yuppss..., zila yang dari awal bersikap dingin, kini sudah mulai berubah menjadi gadis yang periang, mereka semua seakan-akan sudah seperti keluarga. Kebahagiaan yang telah hilang dalam diri zila di karenakan meninggalnya sang ayah dan ibu akibat kecelakan satu tahun yang lalu membuat zila berubah menjadi anak yang pemendam dan mempunyai sifat yang dingin. Karena keinginan almarhum sang ayah yang ingin putri nya itu mondok, akhirnya sang nenek yang telah merawatnya sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, memutuskan untuk memondokan cucu perempuan nya itu.

Tiga tahun kemudian. “Predikat murid teladan di raih oleh ananda Siti Aisyah putri dari bapak Setyo”. Semua langsung bertepuk tangan atas apa yang di raih oleh siti selama tiga tahun di ponpes dan di sekolah ini, terutama sang ayah dan ibu dari siti mereka bangga atas apa yang sudah siti berikan kepada mereka, tapi bukanlah predikat sebagai murid teladan, melainkan anaknya adalah SANTRI yang belajar memperdalam agama ISLAM. Selesai acara wisuda perpisahan SMP, Siti, Nuri, Zila, Rina, Melka, dan kak Risa berkumpul di kamar mereka sementara orang tua mereka menunggu putri-putrinya di ruang tunggu khusus orang tua. “Teman teman gak terasa ya kita sudah tiga tahun bersama-sama melewati masa-masa yang sangat mengesankan, kita bersama-sama dalam suka maupun duka” ucap siti yang matanya berbinar-binar seakan-akan tak mau perpisahan ini terjadi. “Iya, terutama buat kak risa, terima kasih sudah membimbing kami selama ini yang sudah sabar meladeni kami yang bandel-bandel ini” sahut zila. “Iya adek-adek, begitupun dengan kakak, maaf kalau selama ini kakak belum bisa menjadi contoh yang baik buat kalian, kita semua adalah saudara disini, meski kita tak sedarah tapi kita adalah keluarga, jadi tidak ada kata perpisahan untuk sebuah keluarga, hanya saja kita sama-sama memulai kehidupan yang baru tapi dengan orang-orang yang tak asing bagi kalian yaitu keluarga kalian di rumah. Kak risa juga mau pamit ke kalian semua karena kak risa juga akan kembali pulang, sama seperti kalian” ucap kak risa dengan mata yang berkaca-kaca. “Loh kak risa juga ikut kembali pulang?” tanya melka. “Iya dek, karena bulan depan kak risa mau melaksanakan pernikahan” jawab kak risa tersenyum bahagia. “Subhanallah, ternyata kapan hari kakak pulang itu karena lamaran” ucap siti terkejut. “Iya dek” jawab kak risa meringis. “Iihhhhh kakak kok gak bilang-bilang sama kita-kita sih” sahut rina. “Tapi ngomong-ngomong, calon suami kakak siapa, kayanya kakak gak pernah dekat dengan cowok deh” ucap melka. “Hehehe kan surprise, ehmm kira-kira enaknya siapa ya” jawab kak risa dengan tersenyum. “Iihh kak risa, yang serius dong, kita gak sabar nihh pingin tau siapa calon kakak” jawab siti. “Calon kakak itu ya ustad kalian, ustad muhammad fahri” jawab kak risa. “Aaaappaaaaaaaaa???? Ustad fahri??” jawab serentak mereka semua terkejut karena selama ini kak risa dan ustad fahri terlihat seperti tidak ada hubungan apa pun namun kini tiba-tiba langsung ada kabar mereka mau menikah, OMG parahh bingit, benar-benar membuat shockkk…  “Oh iya, jangan lupa datang ke pernikahan kakak loh ya, ingat-ingat 15 syawal” ucap kak risa dengan tersenyum. “Iiihhhh gemes deh liat kakak ini, udah pasti dong kita datang ke pernikahan kakak kita yang paling pintar menyembunyikan rahasia ini” jawab rina lalu mereka saling berpamitan satu sama lain dan membawa tas mereka untuk menuju ke orang tua mereka masing-masing. Perpisahan kali ini begitu sangat-sangat mengejutkan dengan kabar kak risa yang akan menikah dengan ustad tertampan di ponpes THORIQOTUN NAJAH ini, namun tetap itu sangat menggembirakan buat mereka khususnya Siti, Rina, Zila, Nuril, dan Melka.
 
T A M A T 😀.

2 komentar:

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus
  2. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

utamakan kesopanan dan berkomentarlah yang membangun ;-)