Halaman

Sabtu, 03 November 2018

Keluarga Tak Sedarah (7)


“Rill rill…” panggil rina yang duduk di bangku depan nuril. Nuril tampak sedang membaca dengan wajahnya di tutupi buku yang di tegakan di atas mejanya  sehingga tak terlihat apakah dia benar-benar membaca atau yang lain nya. Nuril pun tak memperdulikan rina yang sejak tadi memanggilnya dengan suara pelan dan terlihat di depan tampak ibu guru yang sedang menjelasakan pelajaran ipa. Lalu tiba-tiba, “rinnnnnaaaaa…, hayo hadapnya ke depan” ucap bu guru sambil dengan suara yang lantang dan cetar.


Rina pun kaget dan tangan nya tak sengaja menyenggol buku yang sedang berdiri di atas meja menutupi wajah nuril dan “dduuukkkkkkk…” suara yang cukup meyakinkan itu terdengar di ruang kelas satu. Rina yang awalnya mau menghadap ke depan langsung kaget mendengar suara itu dan langsung melihat ke arah sumber suara itu begitupun dengan yang lainnya yang awalnya serius menyimak penjelasan dari ibu guru. Dan alangkah terkejutnya semua murid-murid yang ada di situ melihat suara itu berasal dari bangku nuril yang ternyata nuril ke pentok meja (tertatap meja). Nuril pun juga kaget sambil merintih kesakitan karena dahinya tertatap meja nya sendiri gara-gara tak sadar tertidur pulas di balik buku yang berdiri di atas meja. Semua murid pun tertawa terbahak-bahak melihat aksi nuril yang tertatap meja gara-gara ketiduran di dalam kelas. Nuril pun tersipu malu karena sudah ketahuan tidur di dalam kelas. Di sisi lain, bu guru juga menggeleng-nggelengkan kepala melihat tingkah laku nuril.

“Astaghfirullah, kenapa itu dahimu ril?” tanya kak risa terkejut saat melihat nuril pulang sekolah dengan ada luka memar serta benjolan kecil di dahinya. “Biasa kak, nuril habis atraksi di  kelas” jawab rina sambil nahan tawa yang langsung nyelonong masuk ke kamarnya. “Ihhh apaan sihh rin bahagia amat deh lihat temanya kesusahan (jawab nuril sambil manyun)”. “Ehhmmm pasti habis tertatap itu ya” ucap kak risa. “Iya habis ke pentok meja kak biasa tidur sembunyi-sembunyi di kelas” sahut siti. “Hahaha… itu mah udah biasa, teman kakak dulu banyak yang tidur saat pelajaran bahkan ada yang sampai mendengkur malahan”. “Ihh masa sih kak jangan-jangan kakak ya itu yang ketiduran sampai mendengkur” ledek siti sambil nahan ketawa. “Ihhh enak aja, kakak kan murid rajin” jawab kak risa. “Iya rajin tidur” jawab nuril dan langsung lari meninggalkan kak risa dan siti. “Heeiii enak aja situ itu yang rajin tidur” teriak kak risa. “Kita kan sama kak hahaha” sahut nuril sambil lari ke arah tangga. “Hhmmm dasar ya tu anak (sambil menggeleng-nggelengkan kepala), Udah aah masuk yukk sit” ucap kak risa lalu masuk ke kamarnya.

Setelah mereka semua pulang sekolah, seperti biasa, mereka makan siang lalu istirahat tidur siang, ada pula yang nyuci baju mereka, yahh seperti itulah aktivitas mereka sehari-hari di pondok pesantren. Jam menunjukan pukul 19.30 sebelum  kegiatan WB (wajib belajar)  mereka langsung bergegas menuju ke kamar ada sebagian juga yang langsung menuju dapur untuk piket membantu kakak-kakak pondok untuk menyiapkan makan malam, setelah mereka selesai makan jam 20.00 mereka langsung ke aula untuk belajar bersama/WB.

“Zila minta tolong dong ambil kan buku mtk yang ada di depan mu itu” ucap siti sambil berdiri di depan jendela kamar.  “Punya kaki kan? Ambil sendiri dong” jawab zila langsung keluar dari kamar. “Ya Allah..  zill kamu kok gitu amat sih sama aku” ucap siti sambil kecewa lalu dia melepas sandalnya dan masuk ke kamar, lalu dia kembali ke aula. “Kenapa kamu sit kok wajahmu gitu?” tanya rina. “Gak kenapa-kenapa kok cuma lagi capek aja jadinya ngantuk”. “Iya sama sit aku juga nguantuk banget” ucap nuril. “Halaahhh kalau kamu itu tiap saat ya pasti ngantuk ril” jawab rina sambil mengerjakan tugas matematika nya. “Iihhh apaan sih rin” jawab nuril. “Udah-udah aahh jangan berdebat mulu dehh” ucap siti. “Hehehe iya-iya sit” jawab rina sambil meringis setelah mereka selsai WB mereka langsung bergegas kembali ke kamar mereka masing-masing. “Aduh rin minta tolong dong bawain buku ku ya aku mau ke toilet perutku mules niihh” ucap siti. “Oke sit” jawab rina.

Lalu 10 menit kemudian siti keluar dari toilet dan kembali ke kamarnya. Saat melewati kamar 4A pas deket tangga untuk menuju kamar nuril, di lantai atas siti mendengar suara tangisan wanita, terdengar suaranya seperti bukan wanita dewasa tapi suara tangisan  perempuan seumuran nya, siti pun penasaran suara siapa itu lalu siti mencoba mencari sumber suara itu tapi suara nya sangat pelan karena keadaan di situ sepi jadi lumayan terdengar samar-samar, saat siti ingin masuk ke kamar 4A yang kosong alias tidak di tempati, karena hanya untuk menyimpan barang-barang keperluan dapur saat siti akan membuka pintunya. Ttiba-tiba nuril datang “siti ya allah kamu ngagetin aja deh, ngapain kamu mau ke kamar itu?”. “Ehmm enggak ini loh barusan aku dengar suara ada tangisan, kayaknya dari kamar ini deh suaranya” jawab siti. Aahhh siti jangan bercanda dehh gak lucu ahh, ini kan kamar kosong isinya, cuma bahan dapur aja, udah ahh ayo temenin aku ke toilet kalau gitu, kamu bikin orang takut aja deh” ujar nuril langsung menarik tangan siti ke arah toilet. “Astaghfirullah ril, ngapain juga kita takut sama hal seperti itu aku cuma mastiin aja kalau di kamar itu memang gak ada orangnya”. “Oke..oke, selesai dari toilet kita cek bareng tapi sekarang kamu temenin aku sebentar ke toilet” jawab nuril. “Iya-iya tapi aku tungguin di depan pintu aja loh ya”. “Ya iya lah, masak ikut masuk aneh-aneh aja deh, aku kan bukan anak kecil”.

Setelah mereka dari toilet, mereka sama-sama ngecek kamar itu. “Mana sit gak ada suara apa-apa tuhh” ucap nuril sambil kebingungan. “Iya ya tapi beneran tadi itu aku dengar suara tangisan perempuan ril”. “Ya udah deh dari pada kita ribut di sini mending kita cek langsung dehh ke dalam” jawab nuril. Lalu mereka membuka pintu kamar itu. “Gak di kunci ternyata ril” ucap siti. Lalu mereka masuk dan ternyata, “Mana sit gak ada siapa-siapa nihh kamu halu kali” ucap nuril sambil memandangi setiap sudut kamar itu. “Iya kali ya, ya udah deh kita balik aja kalau gitu”. Mereka lalu pergi kembali ke kamar mereka masing-masing. Saat siti masuk ternyata semuanya sudah tertidur tapi ada 1 yang belum tidur yaitu zila “loh kamu belum tidur zil?” tanya siti sambil menutup pintu kamarnya. “Belum” jawab zila singkat. Meskipun siti agak kesal dengan perilaku zila, siti tetap berusaha bersikap selalu baik kepada zila meski sikap baiknya itu hanya di balas dengan balasan singkat dan cuek. Siti pun langsung bergegas ke tempat tidurnya dan mengambil selimut lalu tidur.

Bersambung..., 😀.

1 komentar:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    BalasHapus

utamakan kesopanan dan berkomentarlah yang membangun ;-)